Desa Rama Agung Bersiap Jadi “Mini Bali” Lewat Pelatihan Komunikasi dan UMKM Kreatif

Bengkulu Utara – Desa Rama Agung di Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara, menyiapkan diri menjadi destinasi wisata budaya bertajuk “Mini Bali” melalui program pemberdayaan masyarakat yang memadukan komunikasi, pariwisata, dan kewirausahaan kreatif.
Program ini digagas Universitas Dehasen Bengkulu (UNIVED) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi bersama Program Studi Agroteknologi Universitas Ratu Samban (UNRAS), Arga Makmur. Kegiatan ini berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2025.

Mengusung tema PKM yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Desa Rama Agung melalui Strategi Komunikasi dan Kewirausahaan Kreatif dalam Mewujudkan Mini Bali di Kota Arga Makmur”, kegiatan melibatkan Pokdarwis PAPIDA Rama Agung, UMKM MP. Jawelery, UMKM Galery Pot Dani, dan Pemerintah Desa Rama Agung, yang berfokus pada “Pelatihan Desain Produk & Pelatihan Fotografi/Videografi Serta Pengelolaan Media Sosial Untuk Promosi Desa Wisata dan UMKM Desa Rama Agung”.
Pelatihan berlangsung di Aula Kantor Desa Rama Agung, Jalan Nangka RT 003, dengan 72 peserta. Mereka terdiri dari 47 pelaku UMKM dan anggota Pokdarwis, 20 mahasiswa UNIVED yang mengikuti program KKN konversi sekaligus anggota tim Pengabdian kepada Masyarakat (PMM), 2 dosen Ilmu Komunikasi UNIVED (Sri Narti, M.I.Kom., dan Dilmai Putra, M.Sn.), 1 dosen UNRAS (Dr. Edi Susilo, SP., M.Si.), dan 2 orang narasumber dosen dan praktisi (Dimas Aulia Trianggana, S.Kom., M.Kom,. dan Nurhan Fajri, S.I.Kom).

Selama 50 hari, 20 mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIVED mendampingi mitra desa dalam pengembangan usaha. Kegiatan pendampingan mencakup dua pelatihan tambahan dan satu evaluasi, pembuatan video kegiatan, film dokumenter, poster digital, serta pengelolaan produk dan media sosial. Upaya ini membantu meningkatkan jangkauan pemasaran produk hingga antarwilayah dan kabupaten.
Materi pelatihan meliputi strategi komunikasi digital, pengelolaan media sosial, pembuatan produk bernuansa Bali, dan manajemen usaha mikro. Langkah ini diharapkan memperkuat daya tarik wisata dan memperluas pemasaran produk lokal.
Kepala Desa Rama Agung, Putu Suriade, optimis program ini akan memberi dampak signifikan. “Mini Bali dapat menjadi ikon baru wisata di Bengkulu Utara. Dengan bimbingan perguruan tinggi, warga semakin siap mengelola potensi ini secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Sri Narti, M.I.Kom., menambahkan, “Partisipasi masyarakat menjadi inti kegiatan ini. Program ini adalah wujud nyata kolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui pariwisata dan ekonomi kreatif.”
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan desa berbasis budaya dan potensi lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Penulis: Sri Narti, M.I.Kom., dkk (Dosen Tetap Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu)









