Pojok Opini Ekonomi
Oleh : Riswan
Mahasiswa Pasca Sarjana FEB UNIB
Konsentrasi Perencanaan Pembangunan
BERDASARKAN data BPS Provinsi Bengkulu, inflasi tahunan Januari 2025 tercatat sebesar 0,09%, turun drastis dibanding 2,83% pada Januari 2024. Ini berarti inflasi Bengkulu menurun sebesar 2,74 poin hanya dalam setahun. Angka ini merupakan salah satu yang terendah secara nasional. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -10,04%, serta kelompok perlengkapan rumah tangga yang ikut turun -1,24%.
Capaian ini menjadi sinyal positif dari arah kebijakan ekonomi Gubernur Helmi Hasan yang baru menjabat. Langkah cepatnya membenahi, mendorong efisiensi di sektor energi rumah tangga mulai membuahkan hasil. Dalam situasi ekonomi nasional yang masih fluktuatif, Bengkulu justru mampu tampil stabil. Ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis lapangan dan pelayanan langsung kepada masyarakat bisa memberikan dampak nyata.
Bagi masyarakat, inflasi rendah berarti harga kebutuhan tidak melonjak dan daya beli tetap terjaga. Tapi ke depan tantangan masih ada dengan solusi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi yaitu memperkuat ekonomi produktif agar stabilitas harga diikuti oleh peningkatan pendapatan rakyat merupakan salah satu langkah tepat.





